IBX5AE02DED33218

Ini Dia 4 Tahap Perkembangan Anak Yang Wajib Orang Tua Ketahui

Ada yang menyebutkan jika ingin membentuk karakter anak, maka didiklah ia saat usia emas. “Golden age” memang sering berhubungan erat dengan tumbuh kembang anak. Pada masa ini, setiap tahap perkembangan anak biasanya diikuti dengan kemajuan tumbuh kembang yang bisa dilihat dari tingkah laku serta kemampuan anak dalam melakukan sesuatu.

Tahap Perkembangan Anak

Perilaku dan karakter anak terbentuk dari beberapa hal, salah satunya adalah lingkungan sekitar. Oleh karena itu, dari bayi, ia sudah bisa diajarkan mengenai sesuatu, tentunya yang sesuai dengan usianya. Peran orang tua sangatlah penting dalam pembentukan karakter ini, orang tua bisa memberikan stimulus agar anak bisa berkembang kemampuannya sesuai dengan usia. Jadi, sangat penting kiranya bagi setiap orang tua yang sudah memiliki anak mengetahui tentang tahap perkembangan anak yang bisa dilihat dari berbagai hal, seperti berikut ini.

1.    Fisik
Ada beberapa hal yang bisa diukur terkait perkembangan fisik seorang anak, khususnya pada usia dini seperti bertambahnya berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, perkembangan otak dan motorik kasar serta halus. Tidak sulit untuk mengetahui perkembangan motorik kasar anak, hal ini bisa dilihat dari kemampuannya dalam melakukan gerakan tubuh seperti tengkurap, merangkak, berjalan, lari, melompat dan lainnya. Sedangkan untuk motorik halus, lebih kepada kemampuan otot halus serta koordinasi dengan pancaindera, misalnya menggenggam, menggapai, merobek, melipat, menyusun dan lainnya.

2.    Kognitif
Berdasarkan teori perkembangan kognitif yang disampaikan oleh seorang Professor Psikologi bernama Jean Piaget, mengatakan bahwa perkembangan kognitif pada anak dapat dibagi menjadi 4 tahapan. Yaitu:
-    Tahap sensorimotor (0-24 bulan): pada usia ini, anak masih terbatas gerak refleknya, ia juga belum bisa menjelaskan tentang apa yang ia inginkan sehingga terkadang ia jadi rewel dan susah dikendalikan.
-    Tahap praoperasional (2-7 tahun): meski masih terbatas dalam pemahaman, namun pada tahap ini anak sudah banyak mengalami perkembangan seperti kemampuannya dalam berbahasa. Hal ini menjadikannya lebih mudah dalam berkomunikasi dan mengutarakan apa yang ia ingin sampaikan. Orang tua hendaknya lebih berusaha memahami sifat anak dan memberikan arahan yang baik.
-    Tahap operasional konkret (7-11 tahun): tahap dimana anak sudah mulai berpikir secara logis dan rasional. Ia juga sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Peran orang tua masih sangat dibutuhkan pada masa ini, khususnya dalam memberikan pemahaman kepada anak mengenai sesuatu karena tentu tidak semua hal dapat dimengerti anak pada usia ini.
-    Tahap Formasl (11 tahun ke atas): masa dimana anak mulai beralih fase, dari anak-anak menuju masa remaja. Orang tua hendaknya lebih berperan sebagai teman karena pada usia ini, anak cenderung lebih suka dengan pendekatan halus ketimbang paksaan.

3.    Bahasa
Menjelang masa prasekolah, anak akan mengalami perkembangan bahasa yang cukup signifikan. Setidaknya, menurut Parent Further mengatakan anak umur 3 tahun sudah bisa menyerap kosakata sekitar 300 dan ini akan terus berkembang seiring dengan pertambahan umur. Untuk melatih kemampuan bahasa anak, orang tua dapat melakukan berbagai cara seperti mengajaknya bicara, bercerita, mendengarkan dongeng, bernyanyi dan membaca.

4.    Sosial-Emosi
Kemampuan sosial emosi anak telah berkembang sejak ia lahir, hanya saja terkadang orang tua tidak menyadari. Bayi yang masih belum bisa bicara, menggunakan gerakan sebagai cara mengungkapkan emosinya seperti menghentakkan kaki ketika merasa bahagia, tertawa, menggigit jari atau melemparkan benda saat sedang marah. Seiring bertambahnya usia anak, ia akan terus belajar tentang hubungan sosial. Oleh karena itu, orang tua hendaknya mengajak anak untuk sering bergaul dan bermain bersama anak seusianya, tentunya dengan masih di bawah pengawasan orang tua hingga anak benar-benar bisa mandiri.

0 komentar:

Post a Comment