IBX5AE02DED33218

5 Tips Jitu Menahan Haus Saat Puasa Tanpa Takut Batal

Menahan haus ketika puasa ialah tantangan berat yang bukan main hebatnya, terlebih lagi di bawah teriknya sinar matahari.

Selama 14 jam berpuasa dalam cuaca panas, urgen untuk tetap menjaga supaya Anda tidak kehilangan tidak sedikit cairan tubuh yang dapat menyebabkan dehidrasi. Ditambah lagi, suhu selama yang paling tinggi pun dapat menambah risiko kita terhadap sejumlah situasi kesehatan berbahaya, seperti keletihan ekstrim dan heat stroke. Kiat berikut dapat membantu Anda menyangga haus ketika puasa seraya tetap adem-ayem sepanjang panasnya musim kemarau.

Bagaimana metodenya menahan haus ketika puasa?

Menahan Haus Saat Puasa

1. Tutup jendela
Jika cuaca panas tidak bisa ditolerir, hindari kegiatan di bawah sinar matahari langsung atau pada permukaan aspal yang panas dan tetap berada dalam ruangan sesering yang kita bisa.

Sekitar 40% panas masuk ke dalam ruangan melewati jendela, khususnya jendela yang menghadap ke unsur timur dan barat. Bagi* memblokirnya, tirai dan gorden mesti diblokir rapat cocok dengan panjang dan lebar jendela, dan sebisa barangkali pilih warna kain yang terang dan reflektif, contohnya kain satin berwarna putih, krem, atau warna-warna pastel lainnya, kata peneliti Christian Kohler dari Lawrence Berkeley National Laboratory di California, dilansir dari Prevention. Warna gelap menyerap lebih tidak sedikit panas daripada warna-warna terang.

Trik lainnya ialah dengan melakukan pembelian kaca film transparan yang dapat memblokir panas dan tempelkan ke jendela lokasi tinggal Anda.

2. Nyalakan kipas angin
Udara yang konstan bergerak mempercepat penguapan keringat. Kipas angin dapat membantu mengedarkan lebih tidak sedikit udara dan menciptakan Anda merasa lebih sejuk bahkan saat sedang berada dalam ruangan ber-AC. Triknya, isi suatu mangkuk dengan es batu dan posisikan mangkuk di depan kipas angin kamar Anda. Cara simpel ini dapat membuat suasana adem berkabut dengan menghembuskan uap dingin dari es batu. Tambahkan garam ke mangkuk es terlebih dahulu untuk dapat mengalahkan panas lebih lama.

Cara lainnya yang lebih mudah ialah kipas angin kecil portable bertenaga baterai yang dapat Anda genggam atau taruh di meja ketika bekerja.

3. Bikin semprotan air (face mist)
Isi botol semprot dengan air dan dinginkan di kulkas guna semprotan wajah yang menyegarkan sesudah berlama-lama sedang di luar ruangan. Bagi sensasi yang lebih menyegarkan lagi, seduh secangkir teh peppermint kemudian masukkan ke dalam lemari es. Setelahnya, tuang ke dalam botol semprot dan semprotkan sejumlah kali ke wajah. Sensasi menthol dalam teh akan menciptakan kulit kita terasa lebih sejuk menggelitik ketika Anda sedang kepanasan.

4. Lakukan kiat pernapasan yoga
Lain kali kita merasa kepanasan, lakukan sejumlah menit pernapasan yoga. Karena bahkan tidak banyak pernapasan dalam dapat membantu kita tetap adem. Yoga mempunyai teknik pernapasan yang menenangkan tubuh. Selain menolong menurunkan panas tubuh, kiat ini pun mengurangi stres.

Caranya, gulung lidah kita dan bernapas perlahan melewati lidah kita yang digulung (atau andai Anda tidak bisa melakukannya, monyongkan bibir Anda). Tarik napas sebentar, dan hembuskan napas melewati hidung dengan perlahan. Ulangi lima hingga 10 kali. Pernapasan melewati mulut memungkinkan air liur Anda menenangkan udara yang kita hirup sebelum masuk ke paru-paru.

5. Pakai baju yang berbahan adem
Selama berpuasa, lebih bijaklah dalam memilih baju yang kita pakai. Warna kemeja, jenis kainnya, dan berapa lapis pakaian yang kita kenakan — seluruh ini memainkan peran urgen dalam mengawal suhu tubuh kita tetap serendah mungkin.

Jika kita bekerja di dalam rumah, pilihlah baju berbahan katun yang berwarna terang; Jika mayoritas hari Anda dikuras di luar, warna yang lebih gelap bakal membantu mengayomi Anda dari efek sinar matahari. Tapi usahakan tidak boleh kenakan pakaian berwarna hitam. Warna hitam ingin menarik panas dan menguncinya ke tubuh Anda.

Demikian lah 5 tips jitu yang bisa membantu puasa Anda lancar tanpa takut merasa kehausan.

0 komentar:

Post a Comment